2020: PENGEMBANGAN KARIR
Tahun ini menjadi ketika aku berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, meskipun banyak tantangan yang harus kuhadapi. Aku diterima di Universitas Negeri Medan (UNIMED) melalui jalur SBMPTN, setelah sebelumnya gagal masuk Universitas Padjajaran (Unpad) melalui jalur undangan/SNMPTN. Penolakan tersebut sempat membuatku kecewa, namun aku memilih untuk tidak menyerah dan segera mengirimkan berkas lamaran ke beberapa kampus lain sebagai antisipasi.
Aku melamar ke enam kampus berbeda dengan jalur yang bervariasi, mulai dari SBMPTN hingga jalur mandiri menggunakan nilai rapor. Dari enam kampus tersebut, lima di antaranya menerima berkas lamaranku, yaitu UNIMED melalui SBMPTN, Politeknik Negeri Medan, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas Islam Sultan Agung, dan Universitas Amikom Yogyakarta melalui jalur mandiri. Satu-satunya kampus yang menolak lamaranku adalah Universitas Gadjah Mada (UGM). Meski tidak diterima di UGM, aku tetap merasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh kampus-kampus lainnya.
Pandemi COVID-19 yang melanda saat itu menjadi tantangan tersendiri. Pandemi juga memengaruhi proses kelulusanku dari SMK. Tahun itu, ujian nasional (UN) ditiadakan sebagai salah satu langkah untuk meminimalkan risiko penyebaran COVID-19. Meskipun tanpa UN, aku tetap merasa bangga berhasil menamatkan pendidikan di SMK dengan hasil yang memuaskan. Hal ini menjadi modal penting bagiku untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ketika melihat hasil SBMPTN dan dinyatakan lulus di UNIMED, aku merasa sangat bersyukur. Kampus ini menjadi pilihanku karena lokasinya yang dekat dengan rumah dan program studinya sesuai dengan minatku untuk membangun bisnis di bidang multimedia lebih terstruktur. Keluargaku juga mendukung penuh keputusan ini, terutama ayahku yang selalu memberikan motivasi dan membantu mempersiapkan segala kebutuhan perkuliahan.
Selain UNIMED, aku juga diterima di Politeknik Negeri Medan melalui jalur mandiri pada program studi Multimedia grafis, namun aku lebih memilih UNIMED karena UKT yang lebih rendah dari POLMED. Kesempatan untuk memilih kampus ini menjadi pelajaran berharga bagiku, bahwa penting untuk memiliki rencana cadangan dan tidak hanya bergantung pada satu jalur atau satu kampus.
Tahun itu juga menjadi awal perjalanan baruku sebagai mahasiswa di tengah situasi pandemi. Semua perkuliahan dilakukan secara daring, sehingga aku harus beradaptasi dengan cara belajar yang baru. Meskipun tidak mudah, aku tetap berusaha untuk menjalani proses ini dengan semangat dan optimisme.
Pengalaman gagal di SNMPTN dan proses perjuangan untuk masuk ke universitas mengajarkanku tentang ketekunan dan pentingnya memiliki mental yang tangguh. Aku menyadari bahwa setiap rintangan adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan. Penolakan dari Unpad dan UGM bukanlah akhir dari segalanya, melainkan motivasi untuk terus berusaha.
Di tahun ini aku dan ibuku juga sering melaksanakan puasa sunnah untuk menghemat pengeluaran waktu itu yang dimiliki ibuku terbatas, seperti puasa senin kamis hingga puasa syawal selema enam hari.

Komentar
Posting Komentar