2015: MASA PENGENALAN

Tahun itu menjadi untuk pertama kalinya aku berhasil mendapatkan penghasilan sendiri tanpa mengandalkan pemberian orang tua. Aku bekerja sebagai pelatih memanah di SD IT Ad-Durrah, dan bayaran yang aku terima adalah Rp. 100.000 per jam di setiap hari minggu. Pekerjaan ini bermula ketika aku menjadi bagian dari Remaja Masjid Nurut Taqwa, dan pembina masjid tersebut yang bagian dari BKM menawarkan kesempatan kepada anak-anak remaja yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Tawaran tersebut langsung aku ambil karena aku merasa ini adalah peluang untuk belajar mandiri sekaligus mengembangkan keterampilan.

Mengajar memanah memberikan pengalaman baru bagiku. Aku tidak hanya melatih anak-anak tentang teknik memanah, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi berbagai karakter anak-anak dengan sabar dan penuh pengertian. Setiap kali aku menerima bayaran setelah selesai mengajar, aku merasa bangga karena uang tersebut hasil dari kerja keras sendiri. Penghasilan itu juga aku gunakan dengan bijak, baik untuk kebutuhan pribadi maupun memberikan ibu separuh dari pendapatanku.

Di tahun itu, aku juga memiliki kesempatan untuk pulang kampung ke Jambi bersama ayahku. Kami naik pesawat Batik Air yang mendarat di Padang, Sumatera Barat. Perjalanan ini memberikan pengalaman baru karena aku sempat singgah di Padang selama dua hari. Selama di Padang, aku menikmati keindahan kota dan mencoba beberapa makanan khas seperti rendang dan sate Padang. Kota ini memberikan kesan yang mendalam karena keunikannya yang tidak aku temukan di tempat lain.

Setelah dua hari di Padang, kami melanjutkan perjalanan ke Jambi dengan menggunakan bus. Perjalanan darat ini memberikan pengalaman berbeda karena aku bisa melihat pemandangan alam sepanjang perjalanan. Ketika sampai di kampung halaman, aku merasa sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan keluarga besar dan mengunjungi tempat-tempat yang dulu akrab bagiku semasa kecil. Aku menghabiskan tiga minggu di Jambi, mengisi waktu dengan berkumpul bersama keluarga dan mengenang masa lalu.

Selain pulang kampung ke Jambi, aku juga berkesempatan liburan ke Pekanbaru bersama ibuku. Kami pergi ke sana untuk mengunjungi saudara, yaitu adik ketiga ibuku. Perjalanan ini dilakukan menggunakan bus Putra Pelangi, yang cukup nyaman dan menyenangkan. Selama empat hari di Pekanbaru, aku dan ibuku menghabiskan waktu bersama mereka, menjelajahi kota, dan mencicipi berbagai kuliner khas Riau. Meskipun singkat, liburan ini sangat berarti karena aku bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengan saudara.

Liburan ke Jambi dan Pekanbaru di tahun itu memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga. Aku merasa bersyukur memiliki kesempatan untuk bepergian bersama kedua orang tua, yang juga mempererat hubungan kami sebagai keluarga. Setiap perjalanan menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan dan memberikan kenangan indah.

Di sisi lain, menjadi bagian dari Remaja Masjid Nurut Taqwa juga memberikan banyak manfaat. Selain menjadi tempat untuk memperdalam ilmu agama, masjid ini juga menjadi wadah bagiku untuk bertemu teman-teman baru dan belajar bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Aku merasa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik karena pengalaman-pengalaman tersebut.

Tahun itu juga menjadi titik awal bagiku untuk lebih menghargai kerja keras dan usaha. Dengan menghasilkan uang sendiri, aku belajar tentang tanggung jawab dan bagaimana mengelola penghasilan dengan bijak. Pengalaman ini membuatku semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mencapai hal-hal yang lebih besar di masa depan.

Semua pengalaman yang aku alami di tahun itu, baik dalam pekerjaan, perjalanan, maupun hubungan keluarga, memberikan pelajaran yang sangat berharga. Aku belajar bahwa setiap momen, baik besar maupun kecil, memiliki arti penting dalam hidup. Tahun itu adalah salah satu tahun yang penuh warna, yang memberikan kenangan dan pelajaran berharga untuk masa depan.


Komentar