2011: AWAL PENCAPAIAN

Saat aku duduk di bangku kelas 4 SD, aku mendapatkan beasiswa Dana BOS. Beasiswa ini memberikan kebahagiaan tersendiri karena membantu meringankan biaya perlengkapan sekolahku. Selain itu, aku merasa bangga bisa menjadi bagian dari siswa yang mendapatkan bantuan tersebut, karena itu menunjukkan bahwa aku adalah siswa yang berprestasi di sekolah.

Beasiswa Dana BOS juga memberikan motivasi bagiku untuk terus belajar dengan lebih giat. Aku ingin membuktikan bahwa aku pantas menerima bantuan itu dengan menjaga prestasiku di sekolah. Setiap kali aku menerima bantuan tersebut, ibuku selalu mengingatkanku untuk menggunakan uang itu dengan bijak, seperti membeli keperluan sekolah atau buku tambahan untuk belajar.

Selain pencapaian akademik, tahun itu juga menjadi spesial karena aku memiliki handphone untuk pertama kalinya. HP itu adalah Motorola L6 yang diberikan oleh abangku yang ketiga. Awalnya, HP tersebut adalah miliknya, tetapi karena ia sudah memiliki HP baru, ia memutuskan untuk memberikannya kepadaku. Meski HP itu bukan keluaran terbaru, aku sangat senang karena akhirnya aku bisa memiliki HP sendiri.

Dengan HP itu, aku mulai belajar menggunakannya untuk hal-hal sederhana, seperti mengirim pesan dan menelepon keluarga atau teman. HP itu juga menjadi alat yang membantuku tetap terhubung dengan abang dan kakakku yang tinggal jauh dari rumah. Bahkan, aku kadang memanfaatkan HP itu untuk bermain game sederhana yang sudah terpasang di dalamnya.

Tahun 2011 juga menjadi momen penting dalam perjalanan keagamaanku. Di tahun itu, aku resmi tamat dari Madrasah Keagamaan Ar-Ridha. Tamat dari madrasah adalah sebuah pencapaian besar bagiku karena selama beberapa tahun aku belajar banyak tentang agama Islam, mulai dari membaca Al-Qur'an, doa-doa harian, hingga pelajaran tentang akhlak dan ibadah.

Saat acara wisuda madrasah, aku merasa sangat bangga melihat ibuku tersenyum bahagia. Ia selalu mendukungku selama belajar di madrasah dan memastikan aku tidak melewatkan kelas-kelas penting. Tamat dari madrasah bukanlah akhir dari perjalanan belajarku tentang agama, tetapi justru awal untuk menerapkan apa yang telah aku pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun aku sudah tamat dari madrasah, aku tetap berusaha menjaga kebiasaan baik yang telah diajarkan di sana. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku berusaha membaca doa dan melaksanakan sholat tepat waktu. Ibuku sering mengingatkanku untuk tidak melupakan ajaran agama meskipun aku semakin sibuk dengan sekolah formal.

Selain itu, aku juga belajar untuk lebih bertanggung jawab di rumah. Dengan memiliki HP sendiri dan mendapatkan beasiswa, aku merasa harus lebih mandiri dalam banyak hal. Ibuku selalu mengajarkan pentingnya bersyukur atas apa yang aku miliki dan menggunakan semua fasilitas itu dengan baik.

Tahun 2011 mengajarkanku banyak hal, mulai dari pentingnya belajar, bersyukur, hingga menjaga tanggung jawab sebagai seorang anak. Aku merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang selalu mendukungku dalam setiap langkah perjalanan hidup.

Komentar