2010: KEMATANGAN
Pada usia sembilan tahun, aku menjalani salah satu momen penting dalam hidup, yaitu disunat. Awalnya, aku merasa gugup dan takut karena cerita-cerita yang aku dengar dari teman-temanku tentang proses sunat. Namun, dengan dukungan penuh dari keluarga, terutama ibuku, aku merasa lebih tenang. Setelah selesai disunat, aku merasa lega dan bangga karena telah melewati tahap penting menuju kedewasaan.
Tidak hanya itu, di tahun itu aku juga mencapai usia baligh, di mana aku mulai diajarkan oleh ibuku tentang tanggung jawab sebagai seorang muslim. Aku mulai lebih memahami pentingnya menjalankan ibadah dengan baik, seperti sholat lima waktu, membaca Al-Qur'an, dan menjaga perilaku. Perubahan ini membuatku lebih menyadari pentingnya menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pengalaman spiritual, aku juga merasakan perjalanan pertamaku dengan kereta api ke Tanjung Balai. Perjalanan itu sangat berkesan karena aku dan ibu pergi untuk menghadiri pernikahan saudaranya. Dari jendela kereta, aku melihat pemandangan yang sangat indah, mulai dari hamparan sawah hingga desa-desa kecil yang kami lewati. Suara roda kereta yang beradu dengan rel memberikan sensasi unik yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Sesampainya di Tanjung Balai, suasana pesta pernikahan sangat meriah. Aku bertemu banyak saudara yang sebelumnya belum pernah aku kenal. Mereka menyambut kami dengan hangat, dan aku merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari acara keluarga tersebut. Di sana, aku juga mencicipi banyak hidangan khas melayu yang sangat lezat, membuat perjalanan itu semakin tak terlupakan.
Pengalaman menarik lainnya di tahun itu adalah ketika abangku yang pertama membelikan PlayStation 2 saat masih tinggal di Yogyakarta. Aku sangat gembira karena PlayStation 2 adalah sesuatu yang sebelumnya hanya bisa aku mainkan di tempat rental. Tidak hanya itu, abangku juga membelikan TV sebagai pelengkap, sehingga kami bisa memainkannya di rumah. PlayStation 2 itu menjadi sumber hiburan baru yang membuat hariku semakin menyenangkan.
Abangku selalu berpikir kreatif memanfaatkan PlayStation 2 itu untuk membuka usaha rental PS di rumah, dia membeli tiga set sekaligus dengan televisinya. Dengan adanya rental PS, banyak anak-anak di sekitar lingkungan kami yang datang untuk bermain. Hal ini membantu menambah penghasilan keluarga kami, sekaligus menciptakan suasana ramai di rumah setiap sore. Aku merasa bangga karena hiburan yang aku nikmati juga memberikan manfaat bagi keluargaku.
Bermain PlayStation 2 menjadi kegiatan favoritku di waktu senggang. Aku dan teman-temanku sering bermain bersama, mencoba berbagai permainan menarik yang membuat kami semakin akrab. Meski begitu, ibuku selalu mengingatkan agar aku tetap menyeimbangkan waktu bermain dengan belajar dan beribadah. Aku berusaha untuk mematuhi nasihat tersebut agar tidak terlalu larut dalam kesenangan.
Tahun 2010 juga menjadi momen di mana aku mulai belajar tentang pentingnya tanggung jawab. Dengan usiaku yang semakin bertambah, ibuku sering memberikan tugas kecil di rumah, seperti membantu menjaga rental PS dalam mengelola keuangannya. Tugas-tugas itu mengajarkanku arti kerja keras dan kemandirian.
Pengalaman-pengalaman di tahun itu, mulai dari disunat, merasakan perjalanan kereta api, hingga memiliki PlayStation 2, memberikan banyak pelajaran berharga. Aku belajar untuk lebih menghargai momen-momen kecil bersama keluarga, serta pentingnya mendukung satu sama lain dalam setiap langkah kehidupan.
Tahun 2010 adalah tahun yang penuh warna bagi hidupku. Setiap pengalaman yang aku alami di tahun itu, baik yang menyenangkan maupun penuh pelajaran, menjadi bagian penting dari perjalanan hidupku. Aku merasa bersyukur memiliki keluarga yang selalu mendukung dan memberikan kenangan indah yang akan terus aku ingat sepanjang hidupku.

Komentar
Posting Komentar